Nama Kegiatan
Penelitian dan Evaluasi Hasil Pengeboran Mineral Logam di Daerah Ulu Suliti Tanjung Limau Kapeh Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

Tahun

2015

Kelompok Penyelidikan

Mineral

Tingkat Penyelidikan

Ketua Tim

Ir. Franklin

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Solok Selatan

Daerah/Lokasi Khas

Ulu Suliti, Tanjung dan Limau Kapeh

Koordinat Wilayah

1). 101.012994444444,  -1.29310277777778
2). 101.012994444444,  -1.35574444444444
3). 100.937322222222,  -1.35574444444444
4). 100.937322222222,  -1.29310277777778


Keterangan
Mineralisasi yang tersingkap di daerah penelitian ditemukan di daerah Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas. Mineralisasi di Ulu Suliti terdiri dari beberapa logamlogam sulfida sebagai mineral utamanya seperti sfalerit, galena, kalkopirit, kuarsa sementara besi merupakan logam ikutanya, terbentuk di kontak antara gamping dan granodiorit berasosiasi dengan urat kuarsa yang dikontrol oleh struktur geser mengiri berarah timurlaut-baratdaya. Di Tanjung Lima Kapas di temukan singkapan besi yang terbentuk akibat kontak antara gamping dan granit/granodiorit dikontrol oleh sesar geser mengiri timurlaut-baratdaya. Hasil uji kimia batuan termineralisasi di Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas menunjukkan kandungan unsur tertinggi antara lain Cu : 5540 ppm, Pb : 129 ppm, Zn : 1464 ppm, Co : 105 ppm, Ni : 30 ppm, Mn : 9733 ppm, Ag : 7 ppm, Au : 47 ppb, As : 32 ppm, Fe : 50,43%, Sn : 140 ppm Sb : 3 ppm, Sr : 455 ppm, W : 450 ppm dan Li : 98 ppm. Mineralisasi di permukaan ini dilanjutkan dengan pendugaan bawah permukaan menggunakan metoda Polarisasi Induksi dan Magnet yang hasilnya menunjukkan adanya anomali logam dimulai pada kedalaman 74 meter dan menerus hingga lebih dari 123 meter di beberapa titik pengukuran. Pengeboran di lakukan pada tiga titik yaitu : BSS-01,BSS-02 dan BSS-03 dengan masing-masing kedalaman 150 meter. Hasil pengeboran ini menunjukan satuan batuan yang ditemukan adalah tanah pelapukan,/koluvial, selang-seling batupasir dengan batulempung, breksi polimik, granodiorit dan gamping/skarn. Satuan tersebut telah tersesarkan dan pada zona sesar tersebut ditemukan ubahan berupa argilik, propilitik. Mineralisasi yang ditemukan berupa sulfida antara lain : pirit, galena, sfalerit, kalkopirit dan magnetit/hematit serta garnet. Mineralisasi ini ditemukan pada satuan batupasir, breksi dan yang paling intesif serta cukup tebal ditemukan pada skarn dimulai pada kedalaman 74 meter hingga lebih 150 meter. Mineralisasi pada skarn ini berasosiasi dengan logam dasar sementara besi masif yang diharapkan terbentuk pada sakrn ini tidak ditemukan di tiga lobang bor.