Nama Kegiatan
Penyelidikan REE Dan Mineral Ikutan di Daerah Usulan WPR Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tahun

2015

Kelompok Penyelidikan

Mineral

Tingkat Penyelidikan

Ketua Tim

Kaswan Budiharyanto, S.T.

Provinsi

Bangka Belitung

Kabupaten

Bangka

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 106.166666666667,  -1.5
2). 106.166666666667,  -2.33333333333333
3). 105.666666666667,  -2.33333333333333
4). 105.666666666667,  -1.5


Keterangan
Keterdapatan unsur tanah jarang (UTJ) atau rare earth elements (REE) di Indonesia ditemukan dalam mineral-mineral seperti zirkon, monasit dan xenotim. Mineral ini ditemukan sebagai produk sampingan penambangan timah dan emas. Berpijak pada tugas dan fungsi PSDG (Pusat Sumber Daya Geologi) sebagai pusat penyedia informasi mineral bahan tambang, maka pada tahun anggaran 2015 telah dilakukan penyelidikan Rare Earth Elements (REE) dan mineral ikutan di daerah usulan WPR Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini atas permohonan Pemerintah Kabupaten Bangka. Berdasarkan hasil analisis conto mineral butir terhadap 227 conto konsentrat dulang hasil pengeboran menunjukkan penyebaran mineral beragam dengan dominan mineral kuarsa, ilmenit dan kasiterit. Selain itu teridentifikasi pula mineral-mineral REE seperti monasit, zirkon dan mineral berat lainnya (magnetit). Hasil analisis laboratorium kimia metode ICP terhadap 210 conto diketahui seluruh lokasi dari beberapa conto bor dan channel sampling, yang terdapat peninggian unsur UTJ dibanding dengan Kelimpahan Unsur Tanah Jarang (UTJ) dalam Kerak Bumi adalah Unsur Nb rata-rata antara 82 ppm - 295 ppm, sedangkan di kerak bumi rata-rata 20 ppm, unsur tanah jarang lainnya berada dibawah Kelimpahan Unsur Tanah Jarang (UTJ) dalam Kerak Bumi (unsur Sc, Y, La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sr, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu ). Untuk Unsur Sn terdapat peninggian kandungan yaitu rata-rata antara 3,75 ppm - 79 ppm sedangkan di kerak bumi rata-rata 2 ppm. Berdasarkan hasil penyelidikan ini tidak ditemukan komoditas UTJ yang menonjol namun dalam jumlah kecil bersama-sama dengan komoditas lainnya. Dari hasil deteksi Radio aktif dengan menggunakan alat Radiometri Gamma Surveyor II menunjukkan unsur Uranium (U) dan Thorium (Th) semua sample berada di bawah Kelimpahan Unsur Radio Aktif dalam kerak Bumi, dengan demikian di daerah penyelidikan tidak prospek untuk unsur radio aktif unsur U & Th. Oleh karena itu usulan WPR harus mempertimbangkan semua komoditas yang ada secara terpadu (timah, besi, dll). Namun masih perlu penyelidikan detail.