Nama Kegiatan
Prospeksi Mangan di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat

Tahun

2015

Kelompok Penyelidikan

Mineral

Tingkat Penyelidikan

Prospeksi

Ketua Tim

Kisman, S.T.

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Dharmasraya

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 101.9075,  -0.785277777777778
2). 101.9075,  -1.69888888888889
3). 101.155833333333,  -1.69888888888889
4). 101.155833333333,  -0.785277777777778


Keterangan
Kegiatan prospeksi mangan dilakukan di daerah Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan lapangan dilakukan Juni 2015 meliputi pengambilan data lapangan berupa pemercontoan geokimia batuan, sedimen sungai aktif dan konsentrat dulang. Analisis laboratorium meliputi petrografi, mineragrafi, mineral butir dan geokimia dengan metoda volumetry untuk batuan dan AAS untuk sedimen sungai aktif. Bentang alam daerah penyelidikan terdiri atas morfologi perbukitan curam, perbukitan bergelombang rendah dan pedataran. Litologi terdiri atas empat satuan batuan yaitu satuan batuan meta tufa yang merupakan bagian dari Formasi Kuantan berumur Karbon, satuan batuan gamping sisipan kuarsit, satuan batuan tufa yang termasuk dalam Kelompok Telisa Bagian Bawah berumur Miosen dan satuan alluvium. Struktur geologi yang ditemukan di berupa sesar normal dan sesar geser dengan arah umum baratlaut-tenggara. Bijih mangan didaerah penyelidikan merupakan jenis manganiferrous yang terbentuk melalui beberapa phase. Pertama cebakan mangan tipe sedimen syngenetik pada batuan tufa dengan bentuk cebakan umumnya berupa lensalensa tidak beraturan. Kedua cebakan mangan tipe hidrothermal epigenetik pada batuan meta tufa dengan bentuk cebakan diperkirakan berupa urat breksiasi dengan fragmen silika dan matrik diisi oleh mangan. Kemudian proses pengayaan supergen yang menghasilkan kerikil-kerikil bijih mangan dan yang terakhir adalah cebakan mangan tipe eluvial hasil proses pelapukan dan transportasi. Hasil analisis kimia conto bijih mangan pada satuan batuan tufa memiliki sifat dan kadar lebih tinggi dibandingkan dengan bijih mangan yang terdapat pada satuan batuan meta tufa. Bijih mangan pada satuan batuan tufa terdapat dua lokasi yang mempunyai kadar Mn total masing-masing 58,36% dan 60,42%, SiO2 : 0,35% dan 0,43%, P2O5 : 0% dan 0,01% serta S : 0%. Nilai kandungan Mn sebesar ini dapat dikategorikan ekonomis (>30%) namun tentu memerlukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui sumberdaya apakah layak diusahakan sebagai WPR. Hasil analisis mineragrafi dan XRD menunjukkan bahwa jenis mineral bijih mangan adalah psilomelan dan pirolusit.