Nama Kegiatan
Eksplorasi Umum Emas Dan Mineral Ikutannya di Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat

Tahun

2015

Kelompok Penyelidikan

Mineral

Tingkat Penyelidikan

Eksplorasi Umum

Ketua Tim

-

Provinsi

Kalimantan Barat

Kabupaten

Kapuas Hulu

Daerah/Lokasi Khas

Desa Jemah

Koordinat Wilayah

1). 112.524486,  0.347312
2). 112.524486,  0.258944
3). 112.437702,  0.258944
4). 112.437702,  0.347312


Keterangan
Kegiatan eksplorasi umum emas dan mineral ikutannya dilakukan di daerah Desa Jemah dan sekitarnya, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan lapangan dilakukan April 2015 meliputi pengambilan data lapangan berupa pemercontoan geokimia tanah, batuan, sedimen sungai aktif dan konsentrat dulang. Analisis laboratorium meliputi petrografi, mineragrafi, mineral butir dan geokimia dengan metoda AAS. Bentang alam daerah penyelidikan terdiri atas morfologi perbukitan terjal dan morfologi perbukitan bergelombang. Litologi terdiri atas empat satuan batuan yaitu Satuan Batupasir Grewake, Satuan Batulempung-Serpih dan Satuan Batupasir Arkose yang diperkirakan merupakan bagian dari Kelompok Selangkai berumur Kapur. Kemudian secara tidak selaras diatas ketiga satuan tersebut diendapkan Satuan Tufa-Tufa Breksi yang diperkirakan merupakan bagian dari batuan Gunung Api Piyabung berumur Eosen. Keempat satuan batuan tersebut diterobos oleh retas mikrodiorit/andesit yang diperkirakan merupakan bagian dari Intrusi Sintang berumur Miosen Bawah. Struktur geologi yang ditemukan di daerah umumnya berupa kekar, sesar dan perlipatan. Sesar normal dan geser mempunyai arah umum baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Mineralisasi yang penting di daerah penyelidikan terdiri atas zona mineralisasi Sungai Bangik dan Sungai Keliat. Zona mineralisasi Sungai Bangik berhubungan dengan kegiatan hidrotermal akibat adanya intrusi mikrodiorit/andesit berupa retas yang menerobos batuan tufa-tufa breksi dan metabatupasir. Mineralisasi berupa urat polimetalik dicirikan oleh hadirnya mineral pirit, arsenopirit, kalkopirit, pirhotit dan magnetit yang mengisi rekahan maupun dalam bentuk impregnation pada batuan tufa–tufa breksi dan metabatupasir yang tersilifikasi. Indikasi cebakan skarn ditemukan dengan adanya garnet dan korundum dalam konsentrat dulang. Sedangkan pada zona mineralisasi Sungai Keliyat diduga berupa tipe urat yang dicirikan oleh hadirnya mineral pirit/arsenopirit yang mengisi rekahan pada metabatupasir tersilisifikasi. Kehadiran kuarsa dan piroksen/amphibol yang dominan dalam kosentrat dulang menunjukkan indikasi mineralisasi diperkirakan berhubungan erat dengan adanya proses tekanan yang sangat tinggi yang kemungkinan dikontrol oleh struktur sesar. Dari hasil pendulangan teramati beberapa butir emas berukuran VFC–MC.