Nama Kegiatan
Penyelidikan Batubara Daerah Pemayungan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Dan Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau

Tahun

2015

Kelompok Penyelidikan

Batubara

Tingkat Penyelidikan

Ketua Tim

-

Provinsi

Riau

Kabupaten

Indragiri Hulu

Daerah/Lokasi Khas

Pemayungan

Koordinat Wilayah

1). 102.25,  -0.666666666666667
2). 102.25,  -1.08333333333333
3). 102,  -1.08333333333333
4). 102,  -0.666666666666667


Keterangan
Secara Regional termasuk dalam lembar Peta Muarabungo terletak dekat batas antara Cekungan Sumatera Selatan dan Cekungan Sumatera Tengah, namun sebagian besar wilayahnya termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Selatan bagian utara atau Sub Cekungan Jambi dan sebagian kecil termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Tengah. Dalam tatanan tektonik Pulau Sumatera kedua cekungan ini merupakan backdeep basin atau cekungan pendalaman belakang (Koesoemadinata dan Hardjono, 1978). Formasi pembawa batubara yaitu Formasi Muaraenim, dimana memiliki endapan batubara yang cukup potensial. Berdasarkan informasi tersebut daerah Pamayungan dan sekitarnya yang terletak di sebelah barat laut pada Formasi Muara Enim. Ketebalan lapisan batubara di daerah penyelidikan bervariasi mulai dari 15 - 30 cm, melensa, dengan kemiringan lapisan sekitar 5°- 30°. Hasil analisis Kimia/Fisika dan Petrography batubara tersebut didapatkan kandungan kalori rata-rata adalah 5069 Cal/gr dengan kadar sulfur rata-rata adalah 0,19%, dan batubara di daerah penyelidikan masuk dalam klasifikasi berperingkat lignit dan ”Clean Coal"" yang kaya Vitrinite dengan reflektansi rata-rata antara 0,30 - 0,35%. Potensi sumberdaya batubara dihitung hingga kedalaman 100 meter adalah 1.371.250 ton. Sehingga batubara di daerah penyelidikan sebaiknya digunakan sebagai bahan baku blendding batubara. Penyelidikan selanjutnya perlu dilakukan menggunakan metode lanjut, contoh outcrop drilling, paritan dan sumuran.