Nama Kegiatan
Penyelidikan Untuk Menentukan Wilayah Pengeboran Eksplorasi Logam Besi dan Logam Lainnya Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok dan Kecamatan Pagu Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat

Tahun

2014

Kelompok Penyelidikan

Mineral Logam

Tingkat Penyelidikan

Eksplorasi Umum

Ketua Tim

Ir. Franklin

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Solok Selatan

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 101.012994444444,  -1.29310277777778
2). 101.012994444444,  -1.35574444444444
3). 100.937322222222,  -1.35574444444444
4). 100.937322222222,  -1.29310277777778


Keterangan
Model endapan yang terbentuk di daerah penyelidikan diinterpretasikan sebagai Tipe hidrotermal tetapi juga kemungkinan skarn. Tipe hidrotermal (Epitermal) terbentuk di daerah Ulu Suliti yang ditandai oleh hadirnya mineral-mineral sulfida bertemperatur rendah disertai hadirnya juga mineral ubahan yang terbentuk pada temperatur rendah. Mineralisasi dikontrol oleh patahan geser timurlaut-baratdaya. Hasil uji kimia batuan termineralisasi di Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas serta di Ladang konsi menunjukkan kandungan unsur tertinggi antara lain Cu : 5540 ppm, Pb : 129 ppm, Zn : 1464 ppm, Co: 105 ppm, Ni: 30 ppm, Mn: 9733 ppm, Ag: 7 ppm, Au: 47 ppb, As: 32 ppm, Fe: 50,43%, Sn: 140 ppm Sb : 3 ppm, Sr : 455 ppm, W : 450 ppm dan Li: 98 ppm. Tipe skarn dapat dijumpai di daerah Tanjung Lima Kapas. Besi yang dijumpai terbentuk tidak disertai oleh mineral-mineral sulfida, terbentuk pada zona kontak antara batugamping dengan granodiorit. Begitupun dengan Daerah Pekan Rabaa Timur yang dimungkinkan terbentuknya besi tipe skarn. Di daerah Tanjung Lima Kapas ini cukup prospek dalam potensi besi, sesuai hasil analisis terpadu geologi dfan geofisika, diperoleh sumberdaya hipotetik di daerah Ulu Suliti-Tanjung Lima Kapas sekitar 180.000 ton. Berdasarkan estimasi potensi awal tersebut, dan didukung hadirnya, ubahan, mineralisasi dan bijih besi yang ditemukan dipermukaan, maka diusulkan untuk dilakukan pemboran uji geologi, sementara di Pakan Rabaa Timur diusulkan untuk dilakukan penyelidikan geofisika. Hasil pendugaan bawah permukaan (geofisika) polarisasi induksi dan magnet di Ulu Suliti-Tanjung Lima Kapas menunjukkan adanya tubuh mineralisasi pada ke dalaman 75 ~ 125 meter dan direncanakan akan dilakukan pemboran dengan empat titik bor.