Nama Kegiatan
Pemboran Dalam Batubara Di Cekungan Ombilin, Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

Tahun

2009

Kelompok Penyelidikan

Batubara

Tingkat Penyelidikan

Ketua Tim

-

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Kota Sawahlunto

Daerah/Lokasi Khas

Cekungan Ombilin

Koordinat Wilayah

1). 100.8,  -0.6
2). 100.8,  -0.7
3). 100.75,  -0.7
4). 100.75,  -0.6


Keterangan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Di Sawahlunto yang secara geologi termasuk kedalam Cekungan Ombilin terdapat formasi pembawa batubara yang dinamakan Formasi Sawahlunto yang berumur Eosen. 2. Endapan batubara didalam Formasi Sawahlunto terdiri dari tiga lapisan atau seam, yaitu yang paling atas disebut Seam A, yang kedua disebut Seam B dan yang paling bawah atau ketiga disebut Seam C. 3. Dari Pemboran di Air Dingin (AD-01) ditemukan lapisan batubara B dan C, yaitu pada kedalaman 369,50 m – 371,50 m untuk Seam B, dan pada kedalaman 380,24 m – 393,80 m untuk Seam C. 4. Dari hasil pengujian permeabilitas dengan menggunakan alat packer diperoleh koefisien kelulusan untuk Seam C berkisar antara 0,297 mlDarcy – 0,426 mlDarcy. 5. Dari hasil pengukuran dan perhitungan sementara kandungan gas pada Seam C berkisar antara 7,43 m3/ton – 11,69 m3/ton atau rata-ratanya sekitar 9,69 m3/ton, sedangkan kandungan gas methane berkisar antara 49,88 % - 57,44 % atau rata-rata sekitar 52,55 %. 6. Disarankan agar setelah selesai pemboran pada setiap lubang bor eksplorasi untuk CBM, dipasang pipa secara permanen sehingga secara berkala kandungan gas di lokasi bor tersebut bisa dimonitor.