Nama Kegiatan
InventarisasiMineral Logam Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku

Tahun

2013

Kelompok Penyelidikan

Mineral Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Maluku

Kabupaten

Seram Bagian Barat

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 128,  -3
2). 128,  -3.5
3). 127.5,  -3.5
4). 127.5,  -3


Keterangan
Zona anomali logam dasar yang dihasilkan dari endapan sungai aktif berdasarkan perkiraan statistik berada di bagian selatan daerah penyelidikan yang umumnya ditempati oleh batuan sekis dengan kandungan Cu: 49 ppm; Pb: 35 ppm dan Zn: 107 ppm. sementara untuk logam mulia agak tersebar namun masih didominasi di bagian selatan dengan kandungan Au: 18 ppb; Ag: 22 ppm. Zona anomali tersebut jika dikaitkan dengan analisis kimia batuan Cu: 754 ppm; Pb: 654 ppm dan Zn: 1072 ppm; menunjukkan keterkaitan, dengan demikian sumber mineral logam tersebut diperkirakan berasal dari satu sumber yang sama.Zona anomali untuk nikel baik itu yang berasal dari pelapukan (lateritik) ataupun yang bersifat sulfida terletak di daerah piru dan umumnya di zona tektonit dengan kandungan nikelnya Ni: 1,68%. Kandungan nikel sulfida yang dianalisis menunjukkan kadar yang cukup signifikanNi(S): 3,02%, dengan demikian nikel sulfida ini menjadi alternatif untuk menggantikan nikel laterit.Inklusi fluida yang dijumpai umumnya berbentuk anhedral berukuran sangat halus dan tersebar tidak merata. Selain inklusi fluida dua fasajuga dijumpai inklusi fluida fasa tunggal kaya air. Inklusi fasa tungal ini mengindikasikan terbentuk pada suhu sangat rendah (<100 oC), kemungkinan besar hasil dari aktifitas fluida tahap tahap akhir yang merusak dan menghilangkan jejak inklusi fluida sebelumnya.