Nama Kegiatan
Inventarisasi Mineral Logam Tipe Sedex di Daerah Sijunjung dan Sekitarnya, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat

Tahun

2005

Kelompok Penyelidikan

Mineral Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Solok Selatan

Daerah/Lokasi Khas

Sijunjung

Koordinat Wilayah

1). 101.416666666667,  -1.25
2). 101.416666666667,  -1.41666666666667
3). 101.25,  -1.41666666666667
4). 101.25,  -1.25


Keterangan
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tidak teramati singkapan endapan sulfida logam tipe SEDEX. Namun, petunjuk sangat awal kemungkinan adanya endapan SEDEX diperoleh berdasarkan hasil penafsiran dari data anomali geokimia endapan sungai aktif khususnya adanya peningkatan nilai Pb, Zn dan Ba yang mencolok di bagian selatan daerah penyelidikan (sekitar G. Talakik). o Tipe endapan emas yang ada diperkirakan berdasarkan kehadiran mineral sinabar bersama emas dijumpai G. Talakik adalah epitermal. Sesuai dengan lingkungan batuannya, endapan emas ini diduga berumur Tersier dan jauh lebih muda dibandingkan dengan endapan tipe SEDEX yang dicari atau diduga tumpang tindih. o Secara spasial keterdapatan mineralisasi emas epitermal dalam batuan breksi hidrotermal yang menerobos lingkungan batuan tua (metamorf) atau serpih dan batuan gunungapi andesitik terdapat bersamaan dengan anomali Pb, Zn dan Ba yaitu di sekitar G.Talakik. Ini memberi dugaan adanya pengaburan endapan SEDEX yang dicari dalam pengertian tumpang tindih. o Deduksi yang dapat disampaikan: larutan hidrotermal pembawa emas pada kondisi yang berbeda namun pada lokasi yang sama secara teoritis bisa saja indikasi pembawa endapan SEDEX (epigenetik) di daerah ini. Namun hal ini masih merupakan pembuktian dengan metoda lain secara sistematis. o Penyelidikan lanjutan disarankan untuk dilakukan di sekitar G. Talakik dan meluas kearah perbatasan dengan formasi batuan sabak menggunakan metoda geokimia tanah “grid system” cukup rapat maupun geokimia batuan secara sistematis, pemetaan geologi rinci, studi mikroskopis batuan dan inklusi fluida. Penyelidikan lanjutan ini lebih bersifat ilmiah yang dimaksudkan selain untuk mengetahui anomali yang dapat melokalisir kemungkinan adanya endapan SEDEX, juga untuk mengetahui hubungan antara keberadaan emas dengan kemungkinan adanya tipe endapan SEDEX. o Di daerah bagian utara (hilir S. Batang Sangir) banyak dijumpai penambangan emas tradisional, hal ini menunjukkan adanya sumber emas potensial di daerah ini yang perlu diselidiki lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan keberadaan emas di G. Talakik, ada dugaan lokasi sumber emas primer di wilayah ini berasal dari perbukitan bagian tengah daerah penyelidikan. Metoda penyelidikan lanjutan yang diusulkan meliputi: penyelidikan geofisika IP di sekitar G. Talakik, pemetaan geologi rinci di daerah antara G. Talakik dan hilir S. Batang Sangir. o Perlu pemerintah daerah setempat menertibkan dan membina penambang emas tradisional yang banyak beroperasi di hilir S. Batang Sangir supaya mengindahkan prosedur penambangan yang berwawasan lingkungan misalnya tidak membuang air raksa ke sungai dan melakukan penambangan yang aman.