Nama Kegiatan
Penyelidikan Panas Bumi Daerah Marawa/Marana, Sulawesi Tengah

Tahun

2004

Kelompok Penyelidikan

Panas Bumi

Tingkat Penyelidikan

Penyelidikan Pendahuluan

Ketua Tim

-

Provinsi

Sulawesi Tengah

Kabupaten

Donggala

Daerah/Lokasi Khas

Marawa/Marana

Koordinat Wilayah

1). 119.9,  -0.5
2). 119.9,  -0.683333333333333
3). 119.766666666667,  -0.683333333333333
4). 119.766666666667,  -0.5


Keterangan
a. Satuan batuan granit merupakan batuan beku dalam yang bertekstur kasar Satuan granit ini mengintrusi batuan yang telah ada seperti metamorf, berumur pra Tersier (Trias). b. Peranan struktur sesar Masaingi sangat penting sebagai kontrol geologi dan panas bumi di daerah ini, disamping merupakan media saluran naiknya panas ke permukaan dan juga berfungsi sebagai tempat berakumulasi panas sepanjang jalur rekahan tersebut. c. Jenis mikro granit yang di analisa dengan Jejak Belah (Fision Track Dating) merupakan batuan gang dari kegiatan termuda, batuan granit Miosen yang berumur 200 ribu tahun (0.2  0.1 juta tahun). d. Berdasarkan perhitungan bahwa energi panas yang hilang sebesar 9.0 Kwe. e. Tipe airpanas yang terdapat di daerah panas bumi Marana-Merawa, adalah tipe airpanas bikarbonat, dengan perkiraan suhu bawah permukaan antara 154 oC sampai 237oC. f. Mata airpanas dapat dikembangkan menjadi daerah wisata airpanas yang dapat menambah pendapatan asli daerah. g. Anomali positf yang relatif tinggi (>5 mgal) adanya batuan intrusi di daerah penyelidikan dan merupakan heat source dari sistim panasbumi yang ada di daerah Marana. h. Daerah prospek terdapat disekitar airpanas Masaingi, ketebalan rata-rata 200-650 meter, terdapat pada kedalaman 435-800 meter. Intrusi terdapat pada kedalaman lebih besar 500-800 meter dan cenderung lebih dalam ke arah selatan. i. Luas Daerah Prospek 6 Km² dengan potensi panas bumi terduga sebesar 24 MWe (Geothermometer Si adiabatik) dan 40 MWe ( Geothermometer Na/K Giggenbach).