Nama Kegiatan
Penyelidikan Terpadu Daerah Panas Bumi G. Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Tahun

2003

Kelompok Penyelidikan

Panas Bumi

Tingkat Penyelidikan

Penyelidikan Pendahuluan Lanjutan

Ketua Tim

-

Provinsi

Sumatera Barat

Kabupaten

Solok

Daerah/Lokasi Khas

Gunung Talang

Koordinat Wilayah

1). 100.741666666667,  -0.866666666666667
2). 100.741666666667,  -0.884722222222222
3). 100.591666666667,  -0.884722222222222
4). 100.591666666667,  -0.866666666666667


Keterangan
• Terdapat dua daerah prospek panas bumi, yaitu; daerah prospek panas bumi G. Talang dan daerah prospek Bk. Kili dengan sumber panas berasal dari kantong magma yang berada di bawah kerucut G. Talang dengan kedalaman yang tidak diketahui, berumur sekitar 4200 tahun lalu (hasil dating 14C) atau berumur Quarter Atas (Holosen) • Struktur yang berkembang di daerah penyelidikan umumnya berjenis sesar normal yang berarah baratlaut – tenggara yang merupakan bagian dalam sistem sesar besar Sumatera (Semangko) dan struktur kawah sebagai pusat erupsi • Sesar normal Batu Berjanjang merupakan struktur yang mengontrol pemunculan mata air panas di sepanjang sesar tersebut yang berarah baratlaut – tenggara, dengan temperatur antara 40 - 55C dengan pH netral yang diinterpretasikan sebagai ‘out flow’ dalam sistem panas bumi G. Talang • Klasifikasi tipe air panas terdiri dari tipe air panas sulfat asam, sulfat netral dan bikarbonat. • Distribusi konsentrasi anomali tinggi pada tanah yang ditunjukkan oleh konsentrasi Hg lebih dari 2500 ppb dan antara 400 – 2500 ppb terletak di Gabuo Atas, Gabuo bawah, Buah Batuang dan Batu Berjanjang. • Pola lineasi gaya berat memperlihatkan pola baratlaut - tenggara yang mencerminkan adanya struktur sesar yang berarah baratlaut - tenggara, yang diperkirakan merupakan bagian dari sistem sesar Sumatra. • Bagian tengah daerah penyelidikan diperkirakan merupakan daerah hancuran (fracture zone) yang bertindak sebagai permeabilitas sekunder bagi sistem panas bumi daerah tersebut. • Hasil magnet menunjukkan adanya kelurusan anomali magnet yang berkorelasi dengan pola aliran sungai dan anak sungai atau alur yang terdapat di daerah penyelidikan yang diduga mencerminkan keberadaan sesar-sesar yang berarah baratlaut-tenggara dan hampir utara-selatan. • Kearah barat, timur laut dan tenggara, pola kerapatan kontur lebih jarang. Berdasarkan kondisi demikian ditafsirkan sebagai daerah dengan perbedaan kerentanan magnet relatip rendah, dianggap sebagai daerah dengan batuan lapuk sampai segar. Sementara daerah dengan anomali relatip rendah ditafsirkan sebagai daerah lapuk atau telah mengalami alterasi. • Anomali tahanan jenis semu mengindikasikan adanya dua sistem panas bumi di daerah survei: sistem G. Talang dan sistem Bt. Kili – Cupak. Kedua anomali ini terindikasi terhubung oleh suatu lineasi tahanan jenis rendah yang kemungkinan berhubungan dengan struktur sesar Batu Berjanjang. • Luas prospek sistem G. Talang diperkirakan dari luas tahanan jenis rendah minimal 4 km2, sedangkan luas prospek Cupak minimal 8 km2. Nilai potensi energi yang dihitung dengan metode volumetrik menghasilkan daya listrik berkisar antara 36 – 37 MWe untuk prospek Batu Berjanjang dan pada kelompok Cupak didapat potensi energi antara 81 – 83 MWe.