Nama Kegiatan
Inventarisasi Bahan Galian Mineral Non Logam di Kabupaten Pasir, Propinsi Kalimantan Timur

Tahun

2003

Kelompok Penyelidikan

Mineral Bukan Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Kalimantan Timur

Kabupaten

Paser

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 116.958888888889,  -0.8
2). 116.958888888889,  -2.38888888888889
3). 115.63,  -2.38888888888889
4). 115.63,  -0.8


Keterangan
Daerah penyelidikan didominasi oleh batuan sedimen tersier dari berbagai formasi, seperti Formasi Balikpapan, Palembang, Warukin, Bebulu, Pamaluan, Berai, Tuyu, Telakai, Kuaro dan Tanjung secara umum formasi-formasi tersebut di atas batuannya terdiri dari perselingan dari sisipan batugamping, batulempung, serpih, batupasir, batupasir kuarsa dan napal. Batuan volkanik dari Formasi Harungan terdiri dari lava, breksi dan tuf. Dari jenis batuan tersebut di atas dan terkait dengan kenampakan lapangan memberi gambaran bahwa morfologi di daerah ini pada umumnya merupakan morfologi perbukitan bergelombang rendah dengan kemiringan lereng rata-rata landai sampai agak terjal dengan puncak tertinggi G. Melihat (953 m dpl), kecuali morfologi batuan ultrabasa, kemiringan rata-rata relatif terjal. Bahan galian non logam yang dijumpai di daerah ini adalah batugamping, lempung, bond clay, basal, pasir kuarsa, serpentinit/harzburgit dan sirtu. Batugamping dan lempung dua bahan galian yang secara kuantitas dan kualitas cukup menarik untuk dikembangkan. Langkanya bahan bangunan dan batuan beku menyebabkan batugamping menjadi alternatif pilihan yang digunakan sebagai bahan bangunan. Sedangkan batuan beku ultrabasa serpentinit/harzburgit mutunya relatif kurang baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan terutama karena banyaknya bidang-bidang belahnya sebagai akibat dari intensifnya pengaruh tektonik yang terjadi secara berulang terhadap batuan ini sehingga mudah terbelah/pecah dan umumnya telah mengalami pelapukan sehingga sulit terjadi proses pembentukan asbes yang biasanya terjadi pada batuan serpentin. Batugamping Formasi Berai, terutama yang terdapat di sekitar daerah Batusopang dan Muara Komang memiliki kualitas dan sumber daya yang cukup besar, letaknya cukup jauh dari pelabuhan dengan kondisi jalan banyak terdapat belokan-belokan tajam. Begitu juga secara geologi batugamping Formasi Bebulu yang terdapat di sekitar daerah Kuaro, Long Kali dan Long Ikis sebarannya cukup luas dengan panjang lebih dari 20 km dan lebar rata-rata lebih dari 2 km, namun menempati daerah-daerah yang relatif rendah atau perbukitan rendah dengan tanah penutup rata-rata relatif tebal. Dengan kondisi dan keadaan batugamping seperti tersebut di atas menjadi sulit untuk diusahakan sebagai bahan baku utama pembuatan semen Portland terutama menyangkut masalah transportasi dan penambangannya walaupun kemungkinan tersebut sama sekali tidak tertutup.