Nama Kegiatan
Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian Non Logam di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur

Tahun

2003

Kelompok Penyelidikan

Mineral Bukan Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Kalimantan Timur

Kabupaten

Kutai Kartanegara
Kutai Timur

Daerah/Lokasi Khas

-


Keterangan
a. Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur, mempunyai variasi litologi yang menarik, terutama dengan adanya Terobosan Granit Kelay (Kgr) dan Intrusi Granodiorit Sintang (Toms) yang mengubah sebagian litologi dari Komplek Bancuh Telen Kelinjau (Jkm), Bancuh Tabang (Kum), Formasi Telen (Jkt) dan Batuan Sedimen Malih Komplek Embaluh (Kte) yang berumur Jura hingga Kapur, sehingga memungkinkan terjadinya ubahan serta membentuk daerah mineralisasi bahan galian mineral yang bernilai ekonomi. b. Komoditi bahan galian mineral non logam yang dijumpai antara lain : batupasir-kuarsa, batugamping dan fosfat, lempung aluvial, kaolin, granit, andesit-basal, sirtu, batugamping-marmeran, basal, intan dan jasper. Disamping itu ditemukan juga komoditi bahan galian bitumen padat, yaitu batubara dan gambut, serta komoditi mineral logam, yaitu emas platina, dan bijih besi laterit. c. Beberapa komoditi, seperti batumulia jenis jasper dan variasi mineral silika sekunder lainnya (endapan plaser) dan batu ornamen (batu hias), dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai pengrajin tradisional, dengan peralatan sederhana, dan modal yang relatif tidak besar. Atau dengan sistem Bapak Asuh untuk peningkatan permodalan dan tenaga ahli dari perusahaan yang telah maju di sekitar daerah penyelidikan. d. Komoditi bahan galian industri jenis batugamping yang dijumpai di daerah penyelidikan, ditinjau dari sumber dayanya sangat berlimpah : - Batugamping sedimen berumur Tersier anggota dari Formasi Berai (Tomb) dan Formasi Bebuluh (Tmbe) diperkirakan mempunyai sumberdaya lebih dari 950 juta ton (tersebar di 23 lokasi pengamatan), mempunyai mutu cukup baik untuk bahan baku dalam industri semen portland, penurun temperatur lebur (flux), batuan ornamen (batu hias), bahan fondasi bangunan, pupuk pertanian, penetral tanah asam di daerah yang bergambut atau berawa-rawa, dan lain sebagainya. - Batugamping sedimen berumur Pra-Tersier dari Komplek Bancuh Telen Kelinjau (Jkm), Bancuh Tabang (Kum), Formasi Telen (Jkt) dan Batuan Metasedimen Komplek Embaluh (Kte) yang berumur Jura - Kapur diperkirakan mempunyai sumber daya beberapa puluh juta ton, tersebar di 10 lokasi, dengan mutu cukup baik untuk bahan baku pembuatan batuan ornamen (batu hias) dan dapat digunakan sebagai marmer (batugamping marmeran). f. Komoditi bahan galian industri jenis batulempung yang dijumpai di daerah penyelidikan, ditinjau dari sumber dayanya sangat berlimpah : - Batulempung sedimen berumur Tersier dari Formasi Tanjung (Tet); Formasi Warukin (Tmw), Formasi Pamaluan (Tomp) dan Formasi Balikpapan (Tmbp) diperkirakan mempunyai sumber daya lebih dari 250 juta ton, tersebar di 18 lokasi pengamatan, dengan mutu cukup baik untuk bahan baku semen portland, bahan baku keramik halus hingga keramik kasar. - Lempung dari Endapan Aluvial (Qa) diperkirakan mempunyai sumberdaya ±45 juta ton, ersebar di 8 lokasi, kemungkinan mempunyai mutu cukup baik untuk bahan baku batubata, genteng dan tembikar. g. Komoditi batupasir kuarsa sebagai bahan galian industri di daerah penyelidikan, mempunyai sumberdaya cukup berlimpah : - Batupasir kuarsa berumur Tersier dari Formasi Tanjung (Tet); Formasi Warukin (Tmw), Formasi Pulau Balang (Tmpb), Formasi Balikpapan (Tmbp), Formasi Dahor (TQd) dan Formasi Kampungbaru (Tpkb), diperkirakan mempunyai sumberdaya ± 200 juta ton, tersebar di 18 lokasi, mempunyai mutu cukup baik untuk bahan baku gelas bening - gelas berwarna, filter fluida, semen portland dan pencuci pipa pengeboran minyak bumi. h. Sebaran intan sebagai endapan sekunder dijumpai bersama-sama material hasil rombakan lain dalam endapan undak Formasi Dahor (TQd), Kampungbaru (Tpkb) dan Endapan Aluvial (Qa). Sumberdaya belum dapat dihitung, tersebar di 2 (dua) lokasi. Intan merupakan batupermata (precious stone) yang paling baik, akan tetapi sukar dikembangkan, karena keterdapatannya yang langka. i. Komoditi bahan galian bangunan dan batumulia jenis jasper di daerah penyelidikan, terdapat secara primer dan sekunder, dan menarik untuk dikembangkan. - Jasper primer adalah silika mikrokristalin yang cukup keras, tersebar dalam Komplek Embaluh (KTe) yang berumur Jura dan Batuan Andesit-Basal Mentulang (TmQm), sumberdaya sukar ditentukan, mempunyai mutu cukup baik untuk bahan baku batuhias (ornamental stone). - Jasper sekunder dijumpai bersama-sama material hasil rombakan dalam endapan Aluvial (Qa), sumberdaya belum diketahui, diketahui terdapat di 4 (empat) lokasi, dengan mutu cukup baik sebagai batuhias (ornamental stone) dan prasasti. j. Bahan galian granit terdapat sebagai batuan intrusi di dalam Komplek Intrusi Granit Kelay (Kgr) dan Komplek Intrusi Diorit – Granodiorit Sintang (Toms), sumberdaya belum diestimasi, akan tetapi tampaknya cukup besar, tersebar di 2 lokasi, dengan kualitas cukup baik untuk batuhias (ornamental stone), batu-prasasti, batu-ukir dan bahan bangunan (eksterior dan interior). k. Komoditi bahan galian bangunan pasir dan batu (sirtu) yang dijumpai di daerah penyelidikan terakumulasi dan tersebar dalam Endapan Aluvial (Qa). Sumberdaya bahan galian ±12 juta meter kubik, tersebar di 7 (tujuh) lokasi, dengan mutu cukup baik untuk bahan fondasi bangunan konstruksi menengah, bahkan beberapa diantaranya cukup baik untuk konstruksi berat, dan sebagai bahan agregat pembentuk badan jalan dan konstruksi beton konstruksi menengah. l. Komoditi logam mulia berupa emas dan platina yang dijumpai di daerah penyelidikan, cukup menarik untuk dikembangkan. Bahan galian ini terakumulasi dalam endapan aluvial (Qa), undak sungai purba Formasi Dahor (TQd), dan Formasi Kampungbaru (Tpkb). Sumberdaya belum diestimasi, diusahakan di 4 lokasi secara sederhana oleh penduduk. m. Komoditi batubara yang dijumpai di daerah penyelidikan mempunyai sumberdaya yang cukup besar. Batubara merupakan sisipan dalam lapisan batuan sedimen anggota dari Formasi Tanjung (Tet), Formasi Pamaluan (Tomp), Formasi Warukin (Tmw), Formasi Pulau balang (Tmpb), Formasi Balikpapan (Tmbp), Formasi Kampungbaru (Tpkb), Formasi Maluwi (Tmm), Formasi Marah (Tmma) dan Formasi Golok (Tmpg). Sumberdaya diduga lebih dari 1 milyard ton, tersebar di 154 lokasi, kandungan air sedang -tinggi, kadar air tertambat sedang, kadar karbon tertambat tinggi, kadar sulfur rendah, kadar abu rendah -sedang, nilai kalori sedang - tinggi, kekerasan tinggi (hardgrove grindability index), berat jenis 1,30 – 1,39 ton/m3, berkilap sedang hingga sangat baik, sehingga mempunyai mutu cukup baik hingga sangat baik untuk sumber energi kalor dan penetral lumpur bor pada pemboran minyak serta gas bumi.