Nama Kegiatan
Penyelidikan Terpadu Daerah Panas Bumi Pararra – Luwu Utara, Propinsi Sulawesi Selatan

Tahun

2002

Kelompok Penyelidikan

Panas Bumi

Tingkat Penyelidikan

Penyelidikan Pendahuluan Lanjutan

Ketua Tim

-

Provinsi

Sulawesi Selatan

Kabupaten

Luwu Utara

Daerah/Lokasi Khas

Pararra

Koordinat Wilayah

1). 120.25,  -2.53333333333333
2). 120.25,  -2.66666666666667
3). 120.1,  -2.66666666666667
4). 120.1,  -2.53333333333333


Keterangan
Parameter struktur panas bumi dan karakteristik fisik dan kimia, panas bumi terperangkap pada lensa kekaran dan rekahan, bersuhu 103.28 - 125.91°C termasuk dalam klasifikasi reservoir suhu sedang, berada sekitar 250 – 600 m dibawah Kanan Pararra dan Makula setebal antara 300 – 400 m dengan total luas mencapai ± 5 km2. Sumber daya panas bumi diperkirakan terdapat potensi panas berkisar antara 7.7 – 20.8 MWe. Potensi sumber daya panas bumi ini dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif untuk listrik dengan skala kecil dan juga dapat digunakan untuk manfaat langsung seperti pengeringan, pemanasan dan atau sterilisasi media tanaman. Beberapa peluang dalam mengembangkan energi panas bumi daerah Luwu Utara adalah : 1. Penyediaan sumber energi dari bahan bakar minyak bumi yang didatangkan dari Palopo (ranting Distributor Pertamina) melalui sarana transportasi belum dapat ditempuh kendaraan mobil, kebutuhan energi cukup besar terutama untuk listrik pedesaan yang belum tercapai oleh jaringan PLTD di Masamba 2. Potensi wilayah perkebunan rakyat di bagian Barat (Limbong, Lodang, Seko) berperan cukup potensial sebagai penghasil komoditas untuk membangun struktur ekonomi Kabupaten Luwu Utara, tetapi belum ditopang dengan kelistrikan untuk membangun sarana teknologi pengolahannya. 3. Menghemat PAD bila harus mengeluarkan dana untuk pembelian bahan bakar minyak bumi ataupun batubara. Pada wilayah bagian barat yang beriklim dingin kemungkinan akan membutuhkan sarana pengeringan dan pemanasan hasil perkebunan serta pertanian. Dalam pengembangan sumber daya panas bumi daerah ini kemungkinan juga akan muncul kendala-kendala sebagai berikut: 1. Tipe dan struktur sumber panas bumi disini dalam pengembangannya memerlukan teknologi tinggi 2. Lokasi panas bumi ini termasuk dalam kategori daerah remote bila diperhitungkan dari Kota Masamba 3. Memerlukan biaya besar untuk sarana transportasi.