Nama Kegiatan
Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian Non Logam di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan

Tahun

2002

Kelompok Penyelidikan

Mineral Bukan Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Sumatera Utara

Kabupaten

Tapanuli Tengah

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 100.252777777778,  0.25
2). 100.252777777778,  2.25
3). 98.15,  2.25
4). 98.15,  0.25


Keterangan
Secara garis besar sejarah geologi daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara telah dimulai sejak zaman Permo-Karbon, atau sekitar 230 juta tahun yang lalu. Sehingga keadaan geologinya cukup kompleks, dengan berbagai jenis litologi yang mempengaruhi keterdapatan berbagai jenis bahan galian, terutama bahan galian non logam. Hal itu disebabkan karena pada dasarnya semua jenis batuan mengandung bahan galian non logam, baik dalam bentuk batuan maupun mineral, yang pemanfaatannya tergantung sekali pada kualitas batuan atau mineral itu sendiri. Beberapa jenis bahan galian yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan adalah granit, lempung, lempung bentonitan dan kaolinan, batugamping, batugamping marmeran, pasir dan batu (sirtu), pasir kuarsa, batupasir kuarsa, tras, batuapung, batusabak, kuarsit, andesit, dan emas. Pasir dan batu (sirtu) merupakan satu-satunya bahan galian yang pada umumnya telah dieksploitasi untuk kebutuhan bahan bangunan lokal. Beberapa bahan galian lain cukup menarik untuk ditindaklanjuti dengan segera, terutama granit, lempung, pasir kuarsa, batugamping, tras, dan batuapung. Sedangkan emas merupakan bahan galian yang cukup menarik prospeknya, akan tetapi memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang cukup lama untuk sampai pada tahap penambangan. Granit adalah salah satu jenis bahan galian non logam/golongan C yang dapat digunakan sebagai ornamen/dinding atau lantai suatu bangunan, terutama granit di Kecamatan Bonan Dolok (TT10/Gr10) dan Kecamatan Sihaporas (TT20/Gr20) untuk Kabupaten Tapanuli Tengah, dan di Batangtoru, Kecamatan Batangtoru (TS3/Gr3), untuk daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Bongkah-bongkah granit dan sirtu yang terendapkan dalam bentuk satuan batuan aluvium sungai maupun endapan pantai yang sangat berlimpah di daerah ini, juga memiliki prospek yang cukup baik untuk menunjang kebutuhan daerah setempat. Lempung mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan sebagai bahan campuran pembuatan bata dan genteng, dan kemungkinan dapat dikembangkan untuk membuat gerabah (earthware). Hal yang terakhir tersebut, disamping meningkatkan taraf hidup, juga untuk mengembangkan kreativitas masyarakat sekitar lokasi bahan galian dalam menciptakan bentuk-bentuk gerabah yang diinginkan. Sebagai contoh lempung Sihaporas, menurut pemeriksaan laboratorium keramik, diperkirakan dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan ubin keramik, sedangkan di Sibuluan II dapat dipergunakan sebagai bahan campuran pembuatan keramik bahan bangunan seperti bata atau genteng. Walaupun demikian semuanya memerlukan penyelidikan lebih lanjut, karena diperlukan percontoh yang lebih rapat untuk memastikan ketersediaan bahan baku, serta mendidik masyarakat sebagai perajin yang handal. Pasir kuarsa dan batupasir kuarsa hanya terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah saja, sedangkan di daerah Kabupaten Tapanuli Selatan tidak atau belum dijumpai. Hal ini masih memerlukan penyelidikan lain, karena waktu yang tersedia tidak memadai. Pasir kuarsa yang memenuhi persyaratan untuk kebanyakan industri hanya terdapat di dua lokasi, akan tetapi di lokasi lain dapat ditingkatkan kadar kuarsanya dengan menghilangkan komponen atau fragmen lain yang menjadi pengganggu, seperti fragmen batuan, oksida besi, dan biotit. Sumberdaya tras cukup banyak di kedua kabupaten daerah penyelidikan, sehingga diperkirakan akan dapat dikembangkan dengan baik sebagai bahan baku batako, akan tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Untuk itu perlu diketahui kualitas bahan galian dengan penyelidikan lapangan yang lebih rinci, serta pemeriksaan laboratorium bahan-bahan secara extensif. Khusus terhadap batugamping marmeran yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam skala kecil dapat untuk dijadikan bahan teraso, disamping di lokasi yang sama juga terdapat granit dan dasit yang dapat digunakan sebagai batuan ornamen atau batu hias. Sedangkan di Pintu Padang, Kecamatan Batang Onan, Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam skala besar sebagai bahan baku semen dan industri lain seperti bahan pemutih. Penyelidikan lanjutan yang lebih rinci diperlukan untuk pengembangan tersebut. Batuapung terdapat di Simirik, Kecamatan Padang Sidempuan Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, bahan galian non logam yang langka keterdapatannya di Indonesia, merupakan bahan galian untuk keperluan bangunan-bangunan yang kedap suara dan ringan. Sumberdaya batuapung di Simirik cukup besar, dan kemungkinan dapat dikembangkan untuk bahan baku dalam industri konstruksi ringan. Sedangkan andesit di daerah Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, walaupun sumberdaya cukup besar, tetapi tertutup oleh hutan, dengan tanah penutup yang cukup tebal dan derajat pelapukan yang kuat, kurang baik untuk dikembangkan. Jika eksploitasi terhadap andesit dilakukan di daerah ini, kemungkinan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan tanah longsor. Disamping itu, bahan galian pengganti yang sama baiknya dapat diperoleh dari endapan aluvial pasir dan batu yang banyak tersebar di kedua wilayah kabupaten tersebut. Bahan galian logam, yaitu emas, yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dikembangkan untuk jangka panjang, karena memerlukan pengkajian yang saksama. Walaupun penambangan dilakukan dengan skala kecil, atau oleh masyarakat setempat, penambangan emas dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius, kecuali dengan pengarahan dan pengawasan yang intensif dari petugas yang berwenang, didukung oleh penambang yang disiplin dan bertanggungjawab.