Nama Kegiatan
Penyelidikan Endapan Gambut Di Daerah Barito Belawang, Kabupatn Barito Kuala Propinsi Kalimantan Selatan

Tahun

2001

Kelompok Penyelidikan

Batubara

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Kalimantan Selatan

Kabupaten

Barito Kuala

Daerah/Lokasi Khas

Barito Belawang

Koordinat Wilayah

1). 114.75,  -3
2). 114.75,  -3.25
3). 114.5,  -3.25
4). 114.5,  -3


Keterangan
Dari uraian-uraian yang telah dikembangkan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa : 1. Secara stratigrafi, daerah penyelidikan hanya disusun oleh satuan batuan aluvium tua (Qal) dan muda (Qa). 2. Endapan gambut yang dijumpai di daerah ini terjadi di lngkungan rawa, temasuk jenis endapan “Topogeneos Peat” dan terdiri dari 3 kelas yaitu Hemic, safric (>70%) dan Clayey safri. 3. Dari hasil pengukuran lintasan topografi pada jalur-jalur pemboran diketahui permukaan endapan gambut dan titik lokal berkisar hanya beberapa cm - 2 meter, ketebalan gambut maksimal 1,56 meter. 4. Endapan gambut di daerah ini tidak berkembang baik, disebabkan karena genesa pembentukannya pada lensa-lensa tipis dan bergelombang dan pengaruh anak-anak sungai yang banyak mengalir di daerah ini dan lebih dari 60% telah dibakar dijadikan lahan pertanian dan pesawahan. Sumberdaya gambut yang dihitung dari ketebalan 1 meter adalah + 54.687.500 m3 dalam luas areal 4.375 Ha. Dari hasil analisa diketahui nilai rata-rata kalori kal/gr, kadar sulfur % dan kadar abu %. 5. Pemanfaatan tanah dan lahan gambut disarankan cukup baik sebagai lahan pertanian, perkebunan dan lahan transmigrasi, dimana endapan gambut yang relatif tipis merupakan bahan pengikat pupuk bila diolah dengan baik, sedangkan untuk energi alternatif tidak cukup prospek, untuk industri sebagai pencampur bahan kertas di blok 4 bisa dipertimbangkan.