Nama Kegiatan
Inventarisasi dan Evaluasi Endapan Batubara di daerah Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan

Tahun

2001

Kelompok Penyelidikan

Batubara

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Sumatera Selatan

Kabupaten

Muara Enim

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 104,  -3.25
2). 104,  -3.5
3). 103.75,  -3.5
4). 103.75,  -3.25


Keterangan
Endapan batubara daerah Gunung Megang terdapat dalam Formasi Muaraenim. Data eksplorasi perminyakan merupakan sumber yang sangat bermanfaat untuk penyelidikan bahan galian batubara dan mineral-mineral lainnya. Hasil uji petik terhadap keberadaan endapan batubara di daerah Gunung Megang diketahui sebanyak lima lapisan utama yaitu Seam Petai (5-7) m, Seam Suban (3,5-11,5) m, Seam Mangus (8-12) m, Seam Benakat (22-32) m dan Seam Lematang (8-18) m. Kemiringan lapisan pada Antiklin Pendopo dan Sinklin Benuang berkisar antara 5° - 10° dan di sayap selatan Antiklin Limau berkisar antara 20° - 45°. Endapan batubara di daerah ini menempati struktur lipatan yang terdiri dari Antiklin Pendopo di bagian Utara dan Antiklin Limau atau Benakat Barat di selatan. Struktur Antiklin Limau terutama sayap bagian selatan tersesarkan secara intensif sehingga endapan batubara menjadi kurang prospek. Kualitas batubara normal memberikan nilai panas 4990-5780 k.kal/kg (adb) yang memperlihatkan peningkatan ke arah batubara lebih tua atau terkubur lebih dalam. Kandungan air total sangat tinggi berkisar antara 49,5 % dan 58,2 % atau dengan kata lain 50 % lebih dari batubara adalah air sehingga merugikan bila digunakan jauh dari lokasi tambang. Kandungan abu dan belerang pada umumnya sangat rendah sehingga memenuhi persyaratan lingkungan. Sumber daya batubara daerah Gunung Megang sampai kedalaman 50 meter terhitung sebanyak 1.415 juta ton. Hasil data sekunder endapan batubara memberikan angka sumberdaya 1.925 juta ton di wilayah Kabupaten Musibanyuasin dan 6.877 juta ton di wilayah Kabupaten Muaraenim. Dewasa ini batubara yang diproduksikan hanya pada wilayah Konsesi PT. Bukit Asam dengan produksi selama 6 tahun terakhir sampai tahun 2.000 kurang lebih 68,8 juta ton. Sedangkan di daerah lainnya masih dalam tahap eksplorasi. Bahan galian lainnya antara lain batuan beku andesit di Bukit Asam dan Granodiorit di Bukit Pendape serta sirtu sepanjang aliran Sungai Lematang. Data produksi tahunan tentang bahan galian ini belum tersedia pada instansi terkait. Batubara Musibanyuasin dan Muaraenim termasuk cadangan raksasa dan dapat dijadikan sumber energi Nasional khususnya untuk pembangkit listrik di mulut tambang skala besar karena tersedianya sumber air dari Sungai Musi dan Sungai Lematang. Selain sebagai sumber energi pembangkit listrik, di beberapa daerah antara lain batubara Banko mempunyai peluang untuk pencairan menjadi minyak. Batubara daerah ini mempunyai kandungan hidrogen kurang dari 5% yang merupakan salah satu persyaratan untuk proses pencairannya. Berdasarkan hasil tes oleh BPPT pencairan pertama mencapai 67% dan sisanya dilakukan pencairan berikut sampai tidak dapat dilakukan pencairan lagi (komunikasi lisan BPPT).