Nama Kegiatan
Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian di Daerah Kabupaten Ende dan Ngada Propinsi Nusa Tenggara Timur Skala 1:250.000

Tahun

2001

Kelompok Penyelidikan

Mineral Bukan Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Kabupaten

Ende

Daerah/Lokasi Khas

-

Koordinat Wilayah

1). 121.928888888889,  -8.41666666666667
2). 121.928888888889,  -9
3). 120.75,  -9
4). 120.75,  -8.41666666666667


Keterangan
1. Kegiatan inventarisasi bahan galian non logam/industri dan logam yang telah dilakukan di daerah Kabupaten Ende dan Ngada ini terdiri dari pengambilan data sekunder dari instansi terkait, disamping dilakukan cross check dan evaluasi terhadap beberapa bahan galian non logam dari data sekunder tersebut. 2. Bahan galian non logam yang terdapat di Kabupaten Ende dan Ngada terdiri dari andesit, sirtu, dasit, pasirgunung, batuapung, tras, granit, lempung, kaolin, bentonit, batu hias/batu hijau, batugamping, zeolit, gipsum dan barit sedangkan bahan galian logam terdiri dari besi, mangan serta indikasi emas, tembaga dan timbal. 3. Kegiatan “uji petik” dilakukan terhadap beberapa bahan galian non logam seperti zeolit di daerah Ondorea termasuk Kecamatan Nangapanda dan granit di daerah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende serta batugamping di daerah Sambinasi dan Wangka-Riung termasuk Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Untuk bahan galian gipsum dan barit di daerah Kabupaten Ngada, dilakukan juga pengamatan geologi sepintas disamping juga dilakukan pengambilan conto/pemercontoan. 4. Bahan galian yang telah dimanfaatkan diantaranya sirtu, batu belah andesit, batugamping, lempung, batu granit dan batu hias/batu hijau. Bahkan batu hias/batu hijau/zeolitic rock merupakan andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Ende yang mana pangsa pasar ekspornya telah merambah manca negara seperti Jepang, Hongkong dan Taiwan. 5. Karakteristik zeolit di daerah Ondorea terdiri dari jenis mordenit dan klinoptilolit berasosiasi dengan mineral lain kuarsa, ilit dan monmorilonit. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) conto zeolit berkisar 149.72 – 195.35 meq%. Estimasi sumber daya zeolit yang diamati tidak kurang dari 800.000 m3 bahkan secara geologi dengan melihat cukup luasnya penyebaran formasi batuan pengandung zeolit (zeolitic rock) diperkirakan sumber daya zeolit di daerah ini jauh lebih besar lagi. Kegunaan zeolit terutama sangat efektif sebagai pengolahan air dan limbah buangan serta dalam bidang pertanian disamping kemungkinan penggunaan lainnya dalam bidang peternakan dan perikanan. 6. Batugamping di daerah Sambinasi dan Wangka-Riung dengan kandungan CaO 53.24 – 54.81% dan MgO 0.18 – 1.08%, estimasi sumber daya di sebagian daerah tersebut lebih dari 50.000.000 m3, bahkan secara geologi batugamping Anggota Formasi Bari ini mempunyai penyebaran yang cukup luas, diperkirakan sumber daya keseluruhan jauh lebih besar lagi. Batugamping dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kapur tohor ataupun untuk penetral pH tanah. Penggunaannya dalam industri semen, masih diperlukan tahapan penyelidikan yang lebih rinci untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengingat sekala investasinya yang tergolong besar. 7. Granit di daerah Wolowaru yang secara fisik mengalami pengkekaran lemah sampai kuat dan dari hasil poles batuan memperlihatkan mosaik yang cukup menarik, estimasi sumber daya di lokasi Bokosape tidak kurang dari 4.000.000 m3, bahkan secara geologi dengan melihat cukup luasnya penyebaran Komplek Granit Wolowaru ini, diperkirakan sumber daya keseluruhan jauh lebih besar lagi. Kemungkinan prospek pengembangannya untuk konstruksi ubin lantai atau dinding, masih diperlukan penyelidikan yang lebih rinci untuk mendapatkan data yang lebih akurat. 8. Gipsum terdapat di lokasi tebing sungai Sofo, desa Ola Ia, Kecamatan Aesesa dan di dusun Damu, desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada sedangkan barit terdapat di lokasi bukit Poma, desa Kope dan di lokasi Tanjung Torong Padang, desa Sambinasi, Kabupaten Ngada. Karakteristik conto gipsum di daerah penyelidikan mengandung CaO 32.30 – 35.80% dan SO3 39.16 – 44.73% sedangkan barit mengandung BaO 46.05 – 51.90% dan SO3 24.39 –27.17%. Kajian “uji petik” terhadap gipsum dan barit ini masih bersifat pengamatan geologi sepintas, oleh karenanya estimasi sumber daya belum dapat diketahui. Secara umum, gipsum banyak dikomsumsi oleh berbagai industri seperti dalam industri semen, bidang kedokteran, industri keramik dan lainnya, sedangkan barit banyak digunakan dalam industri cat, industri kimia, sebagai pengatur berat jenis lumpur dalam kegiatan pemboran dan kegunaan lainnya.