Nama Kegiatan
Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian Mineral Logam di Kabupaen Tanha Laut dan Kabupatan Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

Tahun

2001

Kelompok Penyelidikan

Mineral Logam

Tingkat Penyelidikan

Survei Tinjau

Ketua Tim

-

Provinsi

Kalimantan Selatan

Kabupaten

Banjar
Tanah Laut

Daerah/Lokasi Khas

-


Keterangan
Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi sumberdaya mineral yang cukup besar, bila dikelola dengan baik akan dapat memberikan sumbangan yang besar terhadap pembangunan daerah tersebut melalui peningkatan PAD dari sektor pertambangan. Tempat kedudukan mineralisasi emas primer di daerah G. Batu Belaran terdapat pada urat kuarsa yang memotong batuan tufa klastik yang dikontrol oleh patahan sebagai jalan keluar larutan hidrotermal. Mineralisasi logam di daerah S. Bakar terjadi pada sekitar kontak antara batugamping dengan batuan intrusi diorit. Mineralisasi yang terbentuk berupa logam besi dan kemungkinan lainnya berupa kalkopirit, malakit, azurit dan garnet. Mineralisasi emas yang terdapat dalam urat kwarsa di daerah Bunglai/Riam Kanan terjadi pada batuan ultra basa “peridotit serpentinit “ yang terargilitkan, tersilisifikasi dan terpropilitkan. Batubara dijumpai di beberapa lokasi di ke dua kabupaten tersebut memiliki cadangan yang cukup besar dan sampai saat ini telah diusahakan penambangan oleh Perusahaan Swasta Asing dan Perusahaan Swasta Dalam Negeri serta Koperasi Unit Desa (KUD). Endapan batubara terdapat sebagai sisipan dalam Formasi Tanjung, Formasi Warukin dan Formasi Dahor berupa lignit. Gambut memiliki sumber daya yang cukup besar + 14.990.800 ton (KANWIL DPE, Kalsel, 1982) yang tersebar di Kecamatan Gambut, hingga saat ini belum dimanfaatkan. Intan merupakan komoditi yang cukup populer terutama didaerah Cempaka - Martapura. Intan didapatkan dari hasil pendulangan endapan sungai purba, yang mana lokasi pendulangannya cukup banyak tersebar di daerah Kabupaten Banjar yang diusahakan oleh rakyat dan PT.Aneka Tambang. Komoditi bahan galian C lainnya cukup tersedia bagi kebutuhan kedua kabupaten tersebut, hingga saat ini hanya digunakan untuk kebutuhan sendiri (belum ada perusahaan yang mengusahakan secara besar-besaran ).